TRENDING NOW   :  
    beritanusantara.co.id   »   Daerah di Sulawesi Utara   »   Sangihe, Talaud, Siau Tagulandang Biao

    KPU Bantah Isu Kertas Suara Sudah Dicoblos

    Donny Turang 13 February 2017, 12:17


    SANGIHE, beritanusantara.co.id - Ketua Devisi Hukum Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sangihe, Jack Seba membantah isu apabila ada ribuan kertas suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang sudah dicoblos. Selaku lembaga penyelenggara Pilkada, pihaknya berencana menempuh jalur hukum untuk mengetahui dari mana informasi/isu itu berasal. Kepada masyarakat pihaknya mengimbau agar tetap tenang sambil secara bersama-sama mensuskseskan pesta

    demokrasi lima tahunan itu.

    "Tidak benar ada surat suara sudah dicoblos. Karena tak pernah terlintas bagi penyelenggara melakukan hal yang akan berhadapan dengan hukum. Masalah ini akan kami selesaikan secara hukum, guna mengetahui dari mana sumber informasinya,� tegas Jack kepada wartawan, Senin 13 Februari 2017.

    Hal senada juga disampaikan Ketua KPU Kabupaten Sangihe, Elyse Sinadia. Menurutnya, surat

    suara yang telah didistribusikan sebelumnya telah melewati proses sortir

    dan dilakukan sesuai prosedur. "Isu itu tidak benar, dan kami menjamin

    surat suara tidak ada yang sudah dicoblos dan rusak,� ujarnya, seraya meminta masyarakat menjaga keamanan dan kedamaian jelang Pilkada.

    Terpisah, Tim Pemenangan Pasangan Calon (Paslon)

    Nomor Urut 1, Makagansa-Silangen (MaSi), menyikapinya, dengan menggelar pertemuan guna mengambil langkah antisipasi. "Ini tetap kami sikapi, diantaranya dengan memperkuat saksi agar lebih teliti dan segera melapor jika menemukan kejanggalan,� kata Juharto Mangkobus, salah satu

    personil Media Centre MaSi.

    Diketahui, Pilkada Kabupaten Sangihe dihebohkan dengan isu beredarnya surat

    suara yang telah dicoblos. Tak tanggung-tanggung, isu itu menyebut ada sekitar 6.000 surat suara sudah dicoblos disalah satu Paslon.

    Isu ini menyeruak dan telah menjadi bahan perbincangan warga, baik di pasar maupun rumah kopi dan warung-warung. Terlebih massa pendukung yang merasa akan dirugikan.

    "Entah benar atau tidak, isu ini jangan dibiarkan. Apalagi sudah dimuat di salah satu koran ternama di

    Sulut,� kata beberapa warga yang berbelanja di Pasar Towo�e Tahuna. (tentinus sakendatu)



    Berita Terkini

    20 April 2017

    Advertorial