beritanusantara.co.id   »   Sejarah dan Budaya

Asal Muasal Tou Minahasa di Tombulu (Tomohon) (2)

mimaesaantumbulusulut.blogspot.co.id

Donny Turang 1 February 2017, 15:16


Seketika itulah mereka langsung berlutut di hadapan orang yang tertua atau teratas yakni Walian Karema serta kedua tongkat batang pohon tawaang tersebut di letakan di atas kepalanya Toar dan Lumimuut serta di doakan (mengalei) dengan maksud kerestuan dari Sang Pencipta (Opo Empung) agar mereka dapat menjadi pasangan hidup dan bisa beranak cucu seperti pada banyaknya pasir yang di genggam oleh Toar dan Lumimuut.

Akhirnya dari wilayah Mayesu mereka kembali ke gunung yang asalnya mereka tempati pertama kalinya dan di atas puncak gunung inilah mereka merayakan hari sebagai tanda ucapan syukur kepada Opo Empung dengan mengadakan upacara adat ritual balapas siri pinang yang di sebut Mahweteng dan mempersembahkan kurban bakaran berupa seekor babi jantan yang berbelang dan tidak cacad, upacara ini di laksanakan di atas meja batu yang datar di puncak gunung itu, upacara semacam ini di sebut dengan upacara Rumages. Setelah selesai upacara syukuran tersebut akhirnya Karema tiba-tiba menghilang entah kemana di tempat itu, Toar dan Lumimuut sempat kaget dan mencari-cari di mana keberadaannya namun akhirnya mereka tidak menjumpainya.

Dari peristiwa itulah maka Toar dan Lumimuut menamakan gunung tersebut sebagai gunung Empung yang artinya Gunung Tuhan atau Si Makatana yang berarti Si Tuan Tanah yakni Dialah yang menciptakan dan memelihara se-isi bumi ini. Setelah itu mereka kembali di tempat yang bernama Mayesu dan akhirnya mereka beranak cucu hingga keturunannya menjadi banyak seperti pasir yang di genggam oleh Toar dan Lumimuut seperti yang sudah diceritakan di atas.

Beberapa keturunan dari Toar dan Lumimuut setelah dewasa di tempat itu akhirnya mereka sebagian diberi bekal dan diberi petunjuk untuk mendatangi beberapa wilayah yakni gunung-gunung yang terdapat di seluruh tanah Malesung. Lambat-laun keturunan Toar dan Lumimuut semakin menyebar hingga membentuk komunitas kelompok masyarakat yang disebut Pakasaan atau sub-etnik. Termasuk Pakasaan Tombulu waktu itu dikuasai oleh Pinontoan dan Rumengan hingga menjadi banyak keturunan mereka di Mayesu dan menjadi dua komunitas kelompok besar hingga tanak-teranak serta menyebar dan membentuk wanua-wanua baru setelah itu menjadi besar lagi membentuk walak-walak serta menyebar luas menjadi suatu wilayah Pakasaan atau Sub-Etnik Tombulu hingga sampai Wenang bahkan Likupang.

Maka dari itulah wilayah Pakasaan Tombulu disebut sebagai wilayah Tu´┐Żur in Tana karena letak geografisnya dan asal-muasal pertama datang leluhur Tou Minahasa serta diperkuat dengan adanya gunung Tuhan yang mereka sebut gunung Empung tentu merupakan tempat mereka mendapatkan Ilham atau petunjuk-petunjuk dari Tuhan Sang Pencipta pertama kali di tanah Malesung hingga keturunan mereka menyebar luas dan menjadi satu negeri besar yakni Malesung dan akhirnya lambat-laun berganti nama Minaesa, Maesa, Mahasa hingga sekarang menjadi Minahasa. (bersambung)



Berita Terkini

20 April 2017

Advertorial