beritanusantara.co.id   »   Daerah di Sulawesi Utara   »   Sangihe, Talaud, Siau Tagulandang Biao

Illegal Fishing di Sangihe Beralih ke...

Donny Turang 20 March 2017, 00:04


Foto: Johanis Medea,Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Sangihe.

SANGIHE, beritanusantara.co.id - Semakin ketat aparat keamanan mengawal praktek illegal fishing, para pelakukanya juga semakin pandai mencari celah untuk bisa menguras hasil laut di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Di sinyalir salah satu modus yang dilakukan para pelaku illegal fishing, tak lain dengan beralih ke nelayan kecil setelah fasilitas yang besar mudah terdeteksi pihak keamanan.

Hal ini dibenarkan Kepala Satuan Kerja (Satker) Pengawas Sumber Daya Kelautan Perikanan (PSDKP) Kabupaten Sangihe, Johanis Medea saat dikonfirmasi beritanusantara.co.id. Menurutnya praktek illegal

fishing di Sangihe masih terus terjadi, meski kerja keras pihak

keamanan dalam menjaga perairan Sangihe rutin dilakukan.

"Kalau dulu menggunakan fasilitas yang besar. Sekarang yang kecil-kecil. Buktinya saat ini masih ada pelaku illegal fishing yang ditangkap aparat. Dan itu berarti kegiatan illegal fishing di Sangihe masih terjadi," ungkapnya.

Menangani illegal fishing di Sangihe, Johanis mengatakan, perlu lebih kerja keras lagi dengan keterlibatan

berbagai pihak. Termasuk memberikan efek jera bagi pelaku. Apalagi saat ini terindikasi sudah ada kapal penampung besar yang stand

by di perbatasan untuk menampung setoran ikan dari perahu-perahu kecil yang sengaja dimanfaatkan dalam modus illegal fishing.

"Kapal penampung besar sudah siap diperbatasan. Sementara pamboat (perahu ikan) yang kecil-kecil menyebar menangkap ikan, yang kemudian hasilnya ditampung di kapal besar. Jadi nelayan kecil sudah tak perlu

lagi ke Filipina, mereka langsung menjual di tengah laut," paparnya.

Kondisi geografis Sangihe yang banyak pulau, tambah Johanis, turut memberi peluang bagi nelayan asing bebas memasukki perairan Sangihe. (tentinus sakendatu)

REKOMENDASI



Berita Terkini

20 April 2017

Advertorial