TRENDING NOW   :  
    beritanusantara.co.id   »   Daerah di Sulawesi Utara   »   Kota Tomohon

    Berapa Besar Penggunaan Air Pengeboran Pabum?

    Polemik Seputar Penggunaan Air oleh PT PGE Area Lahendong dalam Pengeboran Pabum

    Donny Turang 21 August 2016, 02:46


    TOMOHON, beritanusantara.co.id - Penggunaan air oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong pada aktifitas pengeboran Panas Bumi (Pabum) menjadi polemik di media sosial (facebook). Banyaknya penggunaan air dalam pengeboran Pabum, diduga menyebabkan krisis air di area-area tertentu. (Baca beritanusantara.co.id: Debit Air Berkurang, LSM: Itu Karena Pengeboran Pabum).

    Jarot Tambun, salah satu warga menyatakan analisa dari aktifis lingkungan Boaz Wilar tidak dapat diterima. "Wah, ini yang asbun. Perlu dipahami air yang dipakai dalam pengeboran adalah air permukaan. Itu adalah air yang mengalir di sungai kemudian di buat bendungan untuk menaikkan tinggi permukaan air," jelas Jamot saat memberikan komentar di facebook

    Pengeboran Pabum, menurut Jamot, pemakaian air juga tidak terlalu banyak dan frekwensi pemompaan juga tidak setiap saat. Karena pengeboran yang dilakukan PT PGE Area Lahendong sekarang memakai air kondensat yang ditampung di cooling poond yang dimiliki PT PGE Area Lahendong.

    "Jadi kalau dibilang pengeboran PT PGE Area Lahendong penyebab berkurangnya aliran air di mataair-mataair dan sumur-sumur, kayaknya terlalu mengada ada. Jangan lupa bahwa tahun lalu terjadi kemarau panjang dan sampai sekarang masih terasa pengaruhnya. Jadi janganlah membuat berita seperti ini tanpa ada fakta ilmiahnya. Membuat suatu berita harus ada landasan intelektualnya jangan mengira-ngira dan jangan sama ratakan semua," paparnya.

    Sayangnya Jamot Tambun saat dikonfirmasi tentang apakah dirinya aktifis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) atau karyawan PT PGE Area Lahendong tidak memberikan jawaban.

    Sementara, Boaz Wilar dari LSM C-MORE (Community Movement, Empowerment and Environmental) Sulut, mengatakan terlalu banyam hal-hal yang disembunyikan dan informasi yang menyesatkan bagi masyarakat di sekitar aktifitas pengeboran Pabum PT PGE Area Lahendong. "Kalau alasan karena kemarau panjang. Itu tidak masuk akal. Karena kawasan di luar area pengeboran airnya cukup. Semisal contoh, di Minahasa krisis air hanya terjadi di Kamanga Dua, Tember, Tempang, Kamanga Satu dan sekitar pemandian air panas, yang notabene adalah area terdampak pengeboran Pabum," jelasnya.

    Tentang penggunaan air, Boaz melanjutkan, mungkin ada pihak yang bisa bantu menghitung. Berapa jumlah penggunaan debit dan volume air per jam disetiap proses sampai menghasilkan energi listrik per kwh. Dan kemudian dikalikan per hari, per minggu per bulan dan pertahun.

    Misalnya, apabila setiap proses per jam memerlukan 5 ribu liter, maka dalam sehari jika dikalikan 24 jam sudah memerlukan air yang cukup besar. "Pertanyaannya, dari mana sumber air diperoleh untuk penanfaatan proses tersebut? Apakah dalam siklus ekologi air tidak berpengaruh? Sebaiknyalah transparan dalam memberikan informasi, jangan selalu faktor alam dan cuaca yg dipersalahkan," urainya, seraya memberikan gambar skema (lihat foto) pemanfaatan air dalam pengeboran panas bumi.

    "Berapa banyak air yang digunakan untuk sumur injeksi, kondensasi air, heat exchanger? Apalagi untuk menghasilkan ribuan watt listrik?" tambahnya.

    Manajemen PT PGE Area Lahendong, belum terkonfirmasi. (donny)



    Berita Terkini

    20 April 2017

    Advertorial