TRENDING NOW   :  
    beritanusantara.co.id   »   Daerah di Sulawesi Utara   »   Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara

    Ikuti Tulude di Poopoh, Bupati Digelari Kolano Petor Un Tana

    Donny Turang 31 January 2017, 10:51


    TONDANO, beritanusantara.co.id � Bupati Kabupaten Minahasa, Jantje Wowiling Sajow disambut secara adat saat menghadiri Pergelaran Budaya Katombuluan dan Budaya Etnis Sangihe dan Talaud pada Perayaan Adat Tulude yang diselenggarakan Badan Musyawarah Masyarakat Tombulu (Paheluman Ne Tombulu di Desa Poopoh Kecamatan Tombariri, Selasa 31 Januari 2017.

    Dalam acara adat itu, Jantje Wowiling Sajow disambut dengan terian penjemputan dari Putri Pingkan dan Matindas (Putra dan Putri Sangihe), kemudian diberikan gelar Kolano Petor Un Tana dan dipersilahkan duduk. Selanjutnya Matindas menyerahkan bambu atau aweian berisi air yang diambil dari sumur atau parigi dan diserahkan kepada Pingkan.

    Pingkan kemudian mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta meminta supaya Kolano Petor diberkati-Nya dan kemudian membasuh kedua kaki Kolano Petor, seraya diusap-usap tiga kali, dengan ungkapan leluhur Minahasa: �Wahu nae, wahu kero�an,� yang artinya �basah kaki, basah tenggorokan�. Menggambarkan simbol bagi warga Minahasa, agar bekerja keras guna memenuhi kebutuhan makan dan minum.

    Sesudah itu Kolano Petor dipersilahkan berdiri dan menerima tawang dari Matindas. Tawaang sebagai simbol batas tanah. Di sini pertanda seorang pemimpin yang akan menetapkan keputusan pada tanda batas yang ditetapkan sebagai aturan, menurut peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

    Selanjutnya, acara ritual ada Tulude menjemput Kolano Petor selaku �Timade�.

    Usai disambut dengan ritual tersebut, Kolano Petor kemudian dipasangi baju dan topi adat serta pengalungan selendang kepada isteri Kolano Petor, kemudian diiring tarian mempersilahkan tamu kehormatan masuk bangsal sukacita dan naik panggung kehormatan.

    Upacara kemudian dilanjutkan dengan panggilan acara Adat Tulude, yang ditandai dengan pemukulan untuk membunyikan Tetengkoren. Acara ini ditandai dalam bentuk ibadah syukur yang didalamnya juga ada prosesi kue adat memasuki bangsal acara, di mana Kue Adat Tamo, makna Tulude dan Kue Adat Tamo memasuki diiringi Kapitang Bisara dan adapula pemotongan kue adat tamu tersebut.

    Jantje Wowiling Sajow menghadiri acara tersebut didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Minahasa, Olga Sajow � Singkoh dan jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa.

    Acara ini dibuka dengan ibadah syukur yang dipimpin Pendeta Teddy Kansil MTh, selaku Sekretaris Departemen Penggembalaan BPMS GMIM. (jeffree uno)



    Berita Terkini

    20 April 2017

    Advertorial