TRENDING NOW   :  
    beritanusantara.co.id   »   Nasional

    Presiden RI dan Ketua Umum PBNU Bahas Menguatnya Islam Radikal

    Donny Turang 12 January 2017, 00:06


    JAKARTA, beritanusantara.co.id � Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) makan siang bersama dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj di Istana Merdeka Jakarta, Rabu 11 Januari 2017 siang. Dalam kesempatan ini dibahas sejumlah permasalahan, di antaranya menguatnya Islam radikal akhir-akhir ini dan masalah intoleransi.

    �Indikasi, fenomena menguatnya Islam radikal menjadi agenda kita. Bagaimana memperkuat kembali, terus memperkuat Islam moderat dibangun kembali,� kata Said kepada wartawan usai makan siang bersama yang berlangsung satu jam lebih itu.

    Ketua Umum PBNU itu mengemukakan, dunia melihat mayoritas umat Islam Indonesia adalah moderat, toleran dan bermartabat. Namun akhir-akhir ini agak mulai mengendor dan gejala intoleransi mulai menguat.

    �Bagaimana upaya intoleransi ini dapat diatasi dan kembali ke Indonesia yang toleran, Indonesia yang damai, yang beradab, yang bermartabat, Islam kultur bukan Islam yang doktrin, Islam ramah,� jelas Said

    Ketua Umum PBNU itu menyarankan, pemerintah harus melibatkan para kyai dalam ceramahnya untuk membimbing masyarakat kembali ke Islam moderat, toleran, beradab dan ramah.

    Ia menjamin, Kyai NU diminta atau tidak diminta harus menyuarakan akhlakul karimah (akhlak mulia sesuai ajaran Islam), ceramah yang rukun, bukan yang konflik. �Diperintah maupun tidak, akan menyuarakan itu, saya jamin,� tegas Said Aqil. (bentara)



    Berita Terkini

    20 April 2017

    Advertorial