TRENDING NOW   :  
    beritanusantara.co.id   »   Daerah di Sulawesi Utara   »   Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Minahasa Tenggara

    Jokowi: Pekerja Asing di PLTP Lahendong Hanya di Awal

    Donny Turang 5 January 2017, 16:01


    MINAHASA, beritanusantara.co.id - Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo (Jokowi) mengatakan terdapat tenaga kerja asing pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong Unit 5 dan 6. Namun, tenaga kerja asing ini hanya datang sebentar, yakni pada awal proyek dioperasikan.

    Para pekerja asing ini, menurut Jokowi, hanya membantu membantu mempersiapkan, melakukan setting awal dan menyiapkan sampai terjadi transfer ilmu pengetahuan dan teknologi kepada tenaga kerja di Tanah Air Indonesia. "Setelah itu mereka pulang, karena mereka juga lebih senang bekerja di negara sendiri. Dipikir kerja di sini mereka senang? Mereka senang di negara mereka sendiri dekat dengan keluarga dan gaji di sana lebih tinggi," jelasnya saat meresmikan PLTP Lahendong Unit 5 dan 6 serta PLTP Ulubelu Unit 3 Lampung di Tompaso Kabupaten Minahasa Selasa 27 Desember 2016 lalu.

    Isu beredarnya tenaga kerja asing ke Indonesia, Jokowi menjelaskan, tidak logis. Alasannya upah bekerja di Indonesia yang masih rata-rata Rp 1,5-3 juta. Sedangkan di Tiongkok di atas Rp 5 juta. "Mereka ada di sini tapi di awal-awal dalam sebuah proyek karena kita belum tahu teknologinya, pengalamannya mengenai itu juga belum ada dan ujungnya yang dapat manfaatnya misalnya di PLTP Lahendong dan Ulubelu adalah masyarakat, adalah kita," katanya.

    Jadi jika Indonesia dikatakan kebanjiran tenaga asing ilegal terutama dari Tiongkok, Jokowi menegaskan itu adalah fitnah yagn tidak boleh dipercaya begitu saja.

    "Saya ingin ingatkan sekali lagi, jangan ada yang percaya dengan sebaran fitnah, dengan tenaga kerja dan investasi yang dibilang sebagai ancaman, kebanjiran tenaga kerja, perlu saya sampaikan tidak," tegasnya.

    Dia menambahkan saat ini banyak diisukan tenaga kerja asing dari Tiongkok masuk ke Indonesia hingga jumlahnya mencapai 10 juta bahkan 20 juta orang. "Informasi yang saya terima jumlahnya 21.000 itu iya. Itupun keluar dan masuk karena kita banyak hal-hal yang kita belum siap yang harus dipasang tapi kalau kita sudah siap kita pakai tenaga kerja sendiri," ujarnya. (donny)



    Berita Terkini

    20 April 2017

    Advertorial