Teknologi back to homepage

Windows XP Masih Menjadi OS Terpopuler Kedua setelah Windows 7 Windows XP Masih Menjadi OS Terpopuler Kedua setelah Windows 7(0)

BeritaNusantara.co.id – Bulan April kemarin menjadi waktu yang krusial bagi para pengguna Windows XP. Microsoft telah secara resmi menghentikan dukungan pada sistem operasi itu. Jadi, para pengguna Windows XP pun tak bisa memperoleh update secara berkala dari pihak Microsoft yang bisa dipakai untuk meningkatkan keamanan dari komputer.

Dan dengan kondisi tersebut, para pengguna Windows XP pun nampaknya mulai memilih untuk beralih ke platform lainnya. Menurut data dari Net Applications, terdapat penurunan jumlah pengguna Windows XP dari bulan Maret ke April, tepatnya dari 27,69 persen menjadi 25,41 persen atau turun sekitar 2,28 persen.

Penurunan yang terjadi tersebut pun nampak sangat sedikit dan bahkan secara keseluruhan tak mengubah cukup dominannya Windows XP. Saat ini, jumlah pengguna Windows XP di seluruh dunia masih menempati posisi kedua di bawah Windows 7. Sementara itu Windows 8 dan Windows 8.1 berada di posisi ketiga dengan jumlah total mencapai angka 11,78 persen.

Berada di tempat pertama adalah sistem operasi Windows 7 dengan prosentase sebesar 50,93 persen. Dan dengan tren penggunaan Windows XP yang terus mengalami penurunan, maka kemungkinan besar pengguna Windows 7 akan terus naik. Hal ini karena kemungkinan besar banyak pengguna Windows XP yang lebih memilih Windows 7 ketimbang Windows 8 atau 8.1.

Polisi Razia Windows 7 Bajakan ‘High End’ Polisi Razia Windows 7 Bajakan ‘High End’(0)

BeritaNusantara.co.id, Semarang - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Jawa Tengah membongkar penjualan software Microsoft Windows 7 bajakan. Sebanyak 27 pack Microsoft Windows 7 ilegal disita dari tiga toko di Semarang.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol A. Liliek Darmanto mengatakan, software bajakan dari tiga toko itu merugikan negara karena tidak membayar pajak. Selain itu pemilik toko membeli bukan dari marketing, importir atau distributor resmi Software OEM Windows 7 di Indonesia.

Terbongkarnya penjualan perangkat lunak palsu itu berawal dari laporan pihak Microsoft yang melakukan survei pasar sejak bulan Januari 2014 lalu, dimana diketahui sejumlah toko ternyata menjual Microsoft Windows 7 bajakan. 

Kemudian tanggal 12 Maret 2014 pihak Microsoft melaporkan hal tersebut dan sehari setelahnya tim Dit Reskrimsus menyelidiki tiga toko yang diduga menjual barang itu.

“Ada tiga tersangka, pemilik toko yaitu GS dari toko IPP, HW dari toko DL, dan PP dari toko HC,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Kombes Pol Djoko Purbohadijoyo, Rabu (23/4/2014).

Modus yang digunakan adalah tersangka membeli program bajakan tersebut melalui online namun tidak dari marketing resmi seperti PT Astrindo Starvision Jakarta, PT Sistech Kharisma Jakarta, atau PT Synnex Metrodata Indonesia Indonesia Jakarta.

Sementara itu Ronald A. Schwarz selaku konsultan Microsoft mengatakan, pihaknya mencium penjualan software palsu tersebut sejak akhir tahun 2013 lalu. Kemudian Januari 2014 dilakukan survei pasar di Kota Semarang, Bandung, dan Jakarta.

Cara Membedakan Windows Asli dan Bajakan Cara Membedakan Windows Asli dan Bajakan(0)

BeritaNusantara.co.id, Semarang - Peredaran software Windows bajakan masih marak terjadi di Indonesia. Bahkan dianggap sudah berkualitas tinggi dan menyerupai aslinya. Bagaimana cara membedakannya?

Ronald A Schwarz, konsultan Microsoft mengatakan, dari tampilan wadahnya, baik yang asli maupun yang bajakan nyaris tidak ada bedanya. Hanya saja pada bagian belakang kamasan pack yang asli terdapat stiker dari importir resmi, sementara pack bajakan tidak memilikinya.

“Yang asli ada importir aslinya, sedangkan yang palsu tidak ada,” kata Ronald saat gelar kasus di Ditreskrimsus Polda Jateng, Jalan Sukun, Semarang, Rabu (23/4/2014).

Selain dari paket kemasan, di bagian kepingan CD ada perbedaan yang bisa dilihat. Menurut Ronald, meski sudah berkualitas tinggi, kepingan CD software bajakan masih belum mampu membubuhkan beberapa ‘identitas’ kepingan asli berupa hologram yang menyatu di tepi luar dan dalam CD.

“Yang palsu jika ada hologramnya, itu merupakan stiker. Palsu belum bisa membuat hologram yang langsung di kepingan. Kalau palsu sekilas memang sama,” tandasnya.

Selain itu terkadang penjual perangkat komputer juga menawarkan instalasi Windows kepada pembeli secara cuma-cuma atau hanya membayar murah, semisal Rp 50 ribu. Nah, penawaran dari penjual seperti ini patut dicurigai palsu. 

Pihak Microsoft mencium peredaran software Microsoft Windows 7 palsu di beberapa daerah sejak akhir tahun 2013 lalu.

Google dan Apple Saling Berebut “Game” Eksklusif Google dan Apple Saling Berebut “Game” Eksklusif(0)

BeritaNusantara.co.id - Antara Apple dan Google bersaing untuk mengikat pengembang aplikasi agar membuat game eksklusif di platform mereka, menurut laporan The Wall Street Journal.Pengembang game yang diincar antara lain adalah Electronic Arts, Gameloft, dan ZeptoLabs.

Apple dan Google berlomba merayu dan memberi penawaran menarik kepada pengembang game yang mau menjadi mitra eksklusif mereka. Salah satu penawaran yang diberi adalah menempatkan game eksklusif pada kolom strategis di toko aplikasi. Langkah ini dianggap mampu meningkatkan jumlah unduhan terhadap aplikasi atau game eksklusif.

Namun, pengembang diminta agar game terbaru buatannya hadir lebih dulu pada salah satuplatform, dan memberi jarak beberapa bulan untuk meluncurkan game di platform lainnya.

Apple, misalnya, menjalin kerja sama eksklusif dengan ZeptoLabs untuk game Cut the Rope 2. Game tersebut muncul lebih dulu di toko aplikasi Apple App Store pada Desember 2013, barulah tiga bulan kemudian game itu hadir di Android.

Baik Google dan Apple semakin sadar bahwa konten merupakan hal penting untuk merayu konsumen menggunakan perangkat buatan mereka.

Sejauh ini Apple selalu mendapatkan eksklusivitas dari para pengembang. Namun, Android tidak bisa dipandang sebelah mata. Sistem operasi robot hijau ini tumbuh cepat diadopsi oleh semua segmen pasar hingga menguasai pasar ponsel pintar dan tablet di dunia.

Pengembang berpikir dengan membuat game di platform Android akan bermanfaat untuk menambah jumlah pengguna dan meningkatkan pendapatan mereka.

Sementara itu, sejumlah pengembang aplikasi dan game menolak usaha Google dan Apple atas langkah eksklusivitas karena dinilai ada unsur “pilih kasih.” Langkah itu juga disinyalir bakal memengaruhi proses editorial pemilihan game/aplikasi yang direkomendasikan, bahkan yang masuk kategori terpopuler.

Sumber : The Wall Street Journal 

Konveksi Erlangga

Contacts and information

Beritanusantara.co.id
Jl. Raya Perusahaan Singosari - Malang
Staff & Redaksi
Tentang Kami

Social networks

Most popular categories

© 2014 Beritanusantara.co.id All rights reserved.